RSUD Linggajati Laksanakan Pelatihan Bantuan Hidup Dasar (BHD/BLS)

Dalam upaya untuk memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada masyarakat RSUD Linggajati melaksanakan pelatihan Basic Life Suport [29/09/2016] , Pelatihan Basic Life Support adalah pelatihan untuk pegawai RSUD Linggajati agar mampu melakukan bantuan hidup dasar kepada penderita gawat darurat meliputi penanganan “Airway, Breathing And Circulation” sesuai dengan konsep standar international.
 
Pengetahuan penanggulangan penderita gawat darurat memegang porsi besar dalam menentukan keberhasilan pertolongan. Pada banyak kejadian banyak penderita gawat darurat yang justeru meninggal dunia atau mengalami kecacatan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam melakukan pertolongan.
 
Kegiatan ini merupakan salah komitmen RSUD Linggajati untuk memenuhi ketentuan  Permenkes RI No 1691 Tahun 2010  Tentang Keselamatan Pasien di Rumah Sakit.
 
Kegiatan ini diikuti oleh Pejabat Eselon RSUD Linggajati, Medis, Paramedis, Tenaga  Kesehatan Lainnya, Cleaning Service, Security dan Penjaga Parkir.
 
Kegiatan pelatihan meliputi teori,praktik dan simulasi (drill) dengan menggunakan alat peraga dan audio visual. Sistem pengajaran yang dilakukan diselenggarakan secara interaktif dengan mendorong peserta latih untuk tahu dan trampil dalam tindakan penanganan penderita gawat darurat sehingga ilmu yang dipelajari langsung dapat diaplikasikan.
 
Setelah mengikuti pelatihan ini diharapkan para peserta mampu :
 
Peserta memahami sistem pertolongan penderita gawat darurat secara terpadu
(medical Emergency Response).
Peserta mengenali dan mampu menggunakan APD (alat proteksi diri) sebelum
melakukan pertolongan
Peserta mampu mengenali keadaan yang mengancam nyawa pada penderita gawat
darurat.
Peserta memahami konsep Bantuan Hidup Dasar pada penderita gawat darurat
sesuai dengan standar Internasional.
Peserta memahami konsep dasar DRABC (Danger, Response, Airway, Breathing,
Circulation) sebagai prinsip dasar pertolongan pertama.
Peserta mampu melakukan penanggulangan / penanganan penderita gawat darurat
berdasarkan prioritas pertolongan.
Peserta mampu melakukan triage pada saat keadaan bencana atau musibah masal di
Instansi